Kanal Muda wadah persatuan berbagai kelompok muda untuk solidaritas sosial.

Memainkan Game Harvest Moon Lagi

2 menit waktu baca

Harvest Moon Gaul

Saya memainkan game tahun 2000-an yang cukup populer ini lagi. Menemukannya untuk versi android. Barangkali memang agak ketinggalan dari yang lain.

Harvest moon mengajak saya mempelajari alur cerita dan maknanya sekarang. Kalau dulu di PS1 mungkin terkesan asal main saja. Hari ini rasa-rasanya saya cukup mengikuti dan belajar tentang laku hidup dari sebuah karakter game.

Tokoh utamanya tidak memiliki kekuatan super. Pemain yang bebas kita beri nama ini pekerjaannya berkebun, beternak, memancing, mencari uang, kelelahan, dan lain-lain sebagaimana umumnya masyarakat di pedesaan. Biasa sekali.

Harvest Moon Gaul
Tampilan Harvest Moon di Hp

Permainan ini kalau kita ikuti betul ceritanya ternyata juga cukup liris dan romantis. Seorang kakek di desa yang telah meninggal mewariskan rumah dan kebun kecilnya di desa kepada sang cucu untuk diteruskan. Si cucu yang kurang memiliki pengalaman tersebut harus belajar dari nol untuk berjuang: merawat kembali kehidupan. Kemudian ada juga seorang perempuan kecil dari masa lalu ketika si cucu sekali waktu berkunjung ke desa untuk berlibur yang punya peranan menarik. Di masa lalu, keduanya disatukan oleh kesendirian masing-masing untuk bermain bersama. Termasuk juga dalam sekali waktu menyanyikan lagu bersama “Nananana” di atas bukit. Lalu ketika tiba saat si cucu kembali ke kota, si perempuan sedikit menahannya.

“Suatu hari kamu akan kembali ke sini kan?”, Perempuan kecil itu bertanya.

“Iya.”

“Ingat ya, kamu telah berjanji.”

Harvest Moon Gaul
Si Cucu dan Si Permpuan bernyanyi bersama di atas bukit

Dalam cerita yang lebih lanjut, permainan ini juga bisa membuat karakter utama yang dimainkan untuk berkenalan dengan orang lain, menikah, dan mempunyai anak. Biasa sekali, kan.

Permainan ini kalau dilihat dalam segi prosesnya bahkan terkesan lambat. Untuk menunggu tanaman yang ditanam tumbuh saja kita harus menunggu untuk beberapa hari. Harus sabar dan menahan bosan. Tapi waktu terus berjalan. Kita harus melakukan pekerjaan atau aktifitas lain agar kita tetap bisa mendapatkan uang dengan halal. Permainan ini dalam waktu yang diatur oleh sistemnya menguji giat kita dalam masa empat musim. Kalau kita tidak berhasil mengembangkan kebun dan peternakan dalam waktu tersebut, maka kita akan kalah atau game over.

Permainan ini sedikit banyak menggembirakan saya. Meskipun saya tidak jago dalam memainkannya, game ini setidaknya memberikan penggambaran yang cukup pada konsep kecil ketahanan pangan. Saya biasa memainkannya di waktu malam hari saat santai. Hal itu rasa-rasanya menambah semangat saya untuk keesokan hari selepas bangun tidur dan sore hari untuk memberi makan ikan kecil dan menyiram bunga serta beberapa tanaman sayur.

Harvest Moon Gaul
Panen Sayur

Selebihnya tentu permainan ini barangkali sama saja dengan game yang lain. Ada rasa bosan dan semangat di dalamnya. Ada waktu di mana kesibukan akan melupakannya untuk sekian waktu. Bahkan untuk tidak kita memainkannya lagi sama selali.

Pada akhirnya game Harvest Moon Back to Nature ini memang hanyalah semacam bagian-bagian kecil kegembiraan. Namun rasa-rasanya saya agak berharap lebih, coba bayangkan bagaimana bila banyak orang begitu peduli dengan lingkungannya, dengan desa, dengan pekerjaannya tanpa melupakan begitu menyenangkannya kerja sama, tolong menolong, dan saling solidaritas satu sama lain?

Bayangkan. Bayangkan saja. Hehee.

 

Yogyakarta. Mei, 2020

MH Maulana

 

NB.

Berikut ini adalah link untuk mendownload gamenya, di sini 

Cara singkatnya :

  1. Setelah diunduh, pasang dan jalankan aplikasi
  2. Setelah aplikasi terbuka, pilih menu category dan tuliskan Harvest Moon di kolom pencarian
  3. Hasil pencarian akan keluar dan Pilih Harvest moon back to nature untuk didownload
  4. setelah proses download selesai, langsung saja klik play di gamenya
  5. Hp akan berubah seperti console PS 1 dan tinggal dimainkan saja. Selamat bermain. ūüėÄ
Kanal Muda wadah persatuan berbagai kelompok muda untuk solidaritas sosial.

Puasa Sebagai Kritik Sosial

Tri Hariyono
4 menit waktu baca

Teruslah Tumbuh, Harapan 

Kanal Muda
1 menit waktu baca