Taryamah Peneliti di Lekas (Lembaga Kajian Strategis) Koordinator Bidang Pengembangan Organisasi Fatayat NU Banjarnegara

Harlah Fatayat Sebagai Momentum Solidaritas

3 menit waktu baca

Harlah fatayat sebagai
Indonesia secara resmi sejak 2 maret 2020 [1] ditemukan kasus positif pasien Corona virus (Covid-19). Seketika pemerintah langsung membentuk gugus tugas untuk menyusun berbagai protokol pencegahan Covid-19 di berbagai kementrian. Dua hari setelah pengumuman, pemerintah membuat protokol kesehatan[2] untuk melakukan penanganan Covid-19, mulai dari protokol pemudik, protokol masuk rumah, protokol ketika bepergian dan melakukan tes secara gratis kepada mereka yang merasa telah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Seperti usai bepergian ke luar negeri dan kepada mereka yang sakit dengan gejala batuk, pilek, sesak nafas, diare dan tulang nyeri. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada semua warga negara untuk bisa terhindar dan juga dijauhkan dari virus Corona.

Covid-19 yang awalnya terjadi di Wuhan China telah merembet ke 105 negara dan 6 negara di antaranya mengalami kasus pasien positif Covid paling banyak,[3] kelima negara tersebut adalah China, Italia, Amerika, Iran, Korea Selatan dan Prancis. Indonesia sampai dengan 5 Juni 2020 mengalami peningkatan kasus corona sebanyak 703 kasus terkonfirmasi[4], dengan jumlah keseluruhan menjadi 29.521. Berdasarkan kasus tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, penyakit menular yang menyebar dari satu orang ke orang lainnya di banyak negara pada waktu yang bersamaan. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa wabah virus corona sekarang adalah pandemic global.[5]

Harlah fatayat
Foto oleh Penulis

Sebagai pandemi global, corona membawa dampak negatif di berbagai bidang, seperti yang paling terlihat adalah melemahnya ekonomi negara. Hal ini bisa dilihat dari turunnya harga produk-produk pertanian dikarenakan kesulitan distribusi. Sebutlah  mayoritas petani sayur Dieng yang menjadi salah satu yang mengeluhkan kondisi ini. Kondisi ini ditunjukkan dengan harga sayur menurun drastis, sayur kentang dengan kualitas bagus yang biasanya mencapai Rp. 12.000 per kg, saat ini Rp. 7.500 per kg. selain itu dampak yang lain juga bisa dilihat di banyak perusahaan yang merumahkan tenaga kerjanya, menurunnya permintaan dalam negeri, menurunnya eksport-import, turunnya harga saham.[6] Pada bidang pendidikan, semua peserta didik dan tenaga pendidik harus melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh (daring), dampaknya yang paling mencolok adalah penyesuaian diri murid dan guru untuk memanfaatkan kegiatan pembelajaran secara online. Di sisi lain, tidak semua daerah terdapat akses internet dan juga tidak semua siswa memiliki gadget untuk bisa mengikuti pembelajaran via daring. Dampak lain adalah masyarakat ekonomi lemah yang terkena pemberhentian kerja tidak bisa mendapat pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hariannya, tidak sedikit mereka yang bekerja di luar daerah memutuskan untuk mudik meskipun kebijakan pemerintah meminta mereka untuk tidak mudik supaya tidak menularkan virus corona ke daerah lain.

Kenyataan tersebut menuai banyak respon dari berbagai kalangan untuk terjun mengulurkan tangannya sebagai bentuk aksi solidaritas sosial untuk mereka yang terdampak perekonomiannya. Salah satu yang ambil bagian tersebut adalah organisasi Fatayat. Momentum April adalah bulan kelahiran Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi perempuan muda NU yang aktif dalam gerakan pengawalan pendidikan keagamaan, sosial dan ekonomi. Bersamaan dengan Harlah Fatayat ke 70, yang biasanya diadakan acara perayaan dan tasyakuran, kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ditengah pandemi corona yang mewabah ke berbagai negara, Fatayat Cabang Banjarnegara turut memberikan respon sosial yang merupakan satu bentuk aksi solidaritas sosial dengan melakukan kegiatan baksos penggalangan dana yang didistribusikan dalam bentuk sembako dan diberikan kepada mereka yang terdampak, seperti masyarakat ekonomi lemah, buruh, dan pekerja serabutan agar mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka April ini menjadi Harlah fatayat yang reflektif, karena keberadaan Covid-19 hadir yang menuntut dan menuntun kita untuk selalu belajar dan memutuskan hal baru secara tepat dan cepat. Semangat gotong royong sebagai salah satu semboyan kehidupan bernegara masih mengakar dalam ruh masyarakat Indonesia, terlihat dari sekian banyak gerakan sosial yang dilakukan oleh berbagai kalangan.

Harlah Fatayat Banjarnegara
Foto oleh Penulis

Sejak bulan Maret sampai dengan Mei, fatayat beserta banom NU lainnya secara aktif turun ke lapangan mendistribusikan bantuan tersebut. Bukan menjadi hal baru bagi NU dan organisasi sosial keagamaan lainnya. Aksi solidaritas ini direspon dengan cepat dan tanggap dalam berbagai kondisi di lingkungannya. Seperti filosofi jawa yang sudah selalu mengakar selama ini “Abot dipikul bareng-bareng, enteng di panggul dhewe” dalam hal ini Covid-19 menjadi masalah bersama, maka kerjasama melalui aksi solidaritas ini menjadi media untuk saling mendukung satu dengan lainnya.

Menjadi bagian dari peran besar untuk menyikapi Pandemi Covid-19 ini bukan hal mudah, ditengah realitas kemajemukan bangsa dan kondisi sosial ekonomi yang berbeda. Covid-19 akan menjadi pelajaran untuk selalu menginternalisasikan nilai-nilai dan semangat gotong royong sebagai bentuk aksi solidaritas sosial untuk bisa meyikapi pandemi ini agar segera berlalu dan terutama untuk semua yang terjangkit agar segera sembuh. Tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan sudah merelakan diri untuk meberikan pelayanan dan perawatan, tugas kita adalah memberikan dukungan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada dan menyadari bahwa kesehatan dan merawat semua bagian dari bumi adalah bentuk bakti kepada negeri. Hal ini sepertinya menjadi pengejawantahan dari spirit  jargon Harlah Fatayat yang ke-70, “Bakti untuk Negeri dan Merawat Bumi”.[]

Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Catatan Kaki

[1] “2.092 Orang Terinfeksi Corona, Ini Rincian Kasus Di 32 Provinsi Di Indonesia,” accessed April 4, 2020, https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/04/174720065/2092-orang-terinfeksi-corona-ini-rincian-kasus-di-32-provinsi-di-indonesia.

[2] “Ketahui Protokol Kesehatan Penanganan Corona COVID-19 – Tirto.ID,” accessed April 4, 2020, https://tirto.id/ketahui-protokol-kesehatan-penanganan-corona-covid-19-eFtj.

[3] “5 Negara Ini Paling Parah Terdampak Virus Corona, Indonesia Aman Terkendali,” accessed April 4, 2020, https://www.wartaekonomi.co.id/read276158/5-negara-ini-paling-parah-terdampak-virus-corona-indonesia-aman-terkendali.

[4] “2.092 Orang Terinfeksi Corona, Ini Rincian Kasus Di 32 Provinsi Di Indonesia.”

[5] “5 Negara Ini Paling Parah Terdampak Virus Corona, Indonesia Aman Terkendali.”

[6] “Sederet Prediksi Ekonomi RI Yang Dihantam Corona,” accessed April 4, 2020, https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4964658/sederet-prediksi-ekonomi-ri-yang-dihantam-corona.

 

Daftar Pustaka

“2.092 Orang Terinfeksi Corona, Ini Rincian Kasus Di 32 Provinsi Di Indonesia.” Accessed April 4, 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/04/174720065/2092-orang-terinfeksi-corona-ini-rincian-kasus-di-32-provinsi-di-indonesia.

“5 Negara Ini Paling Parah Terdampak Virus Corona, Indonesia Aman Terkendali.” Accessed April 4, 2020. https://www.wartaekonomi.co.id/read276158/5-negara-ini-paling-parah-terdampak-virus-corona-indonesia-aman-terkendali.

“Ketahui Protokol Kesehatan Penanganan Corona COVID-19 – Tirto.ID.” Accessed April 4, 2020. https://tirto.id/ketahui-protokol-kesehatan-penanganan-corona-covid-19-eFtj.

“Sederet Prediksi Ekonomi RI Yang Dihantam Corona.” Accessed April 4, 2020. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4964658/sederet-prediksi-ekonomi-ri-yang-dihantam-corona.

_

Penulis: Taryamah

Editor : Mh Maulana

Taryamah Peneliti di Lekas (Lembaga Kajian Strategis) Koordinator Bidang Pengembangan Organisasi Fatayat NU Banjarnegara